Galeri

MAKALAH ekosistem TUNDRA

  1. I.     PENDAHULUAN

 

 

1.1    LATAR BELAKANG

 

1.1.1. PENGERTIAN EKOLOGI

Kata Ekologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang berarti rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi dapat diartikan sebagai Ilmu yang mempelajari baik interaksi antara makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekologi kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau system dengan lingkungannya. Definisi ini pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Haeckel, ahli biologi Jerman pada tahun 1869.

Ekologi dapat juga di artikan sebagai ilmu yang mempelajari Ekosistem. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

1.1.2. PEMBAGIAN EKOLOGI

Pembagian ekologi menurut bidang kajiannya :

  1. Autekologi, adalah ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya, biasanya tekanannya pada aspek siklus hidup, adaptasi, sifat parasitis, dll.
  2. Sinekologi, Ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu, ekologi jenis, ekeologi populasi.

Pembagian ekologi menurut habitatnya :

  1. Bahari atau kelautan.
  2. Perairan tawar.
  3. Darat atau terestrial.
  4. Ekologi estuaria (muara sungai).
  5. Padang rumput.

Pembagian ekologi menurut taksonominya :

  1. Ekologi tumbuhan.
  2. Ekologi hewan binatang, serangga dan burung.
  3. Ekologi mikroba/jasad renik.

1.1.3  ASAS EKOLOGI

  1. Dimanapun suatu organisme ada tidak akan dapat hidup mandiri, untuk hidupnya suatu organisme memerlukan organisme lain atau lingkungannya.
  2. Lingkungan diperlukan organisme untuk makan, lindungan, pertumbuhan,
  3. kembang-biak, dll.

1.1.4. PRINSIP PRINSIP EKOLOGI

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Sedangkan faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut:

  1. Suhu
  2. Sinar matahari
  3. Air
  4. Tanah
  5. Ketinggian
  6. Angin
  7. Garis lintang

 

1.1.5. ORGANISASI KEHIDUPAN TINGKAT EKOSISTEM DAN BIOMA

Memang ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dengan lingkungan abiotiknya. Definisi yang lebih tepat mengenai Ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi. Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen. Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) –> ulat (Konsumen I) –> ayam (Konsumen II) –> musang (Konsumen III) –> macan (Konsumen IV/Puncak).

Gambar 1. Suatu rantai makanan.

 

Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Apabila terjadi kerusakan ekosistem, pada dasarnya ekosistem masih dapat memperbaiki dirinya (self purification) hingga tercapai keseimbangan kembali dalam jangka waktu tertentu; Sebentar atau lama, tergantung dari tingkat kerusakannya. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan ini dikenal dengan istilah suksesi ekologis. Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis, ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya.

 

  1. a.       BIOMA TUNDRA

Pada Bioma ini, Memiliki musim dingin yang sangat panjang (ekstrem). Bioma meliputi daerah-daerah yang terletak dekat dengan kutub utara dan di dalamnya tidak ditemukan pohon, didominasi oleh lumut-lumutan, rumput-rumputan, dan perdu. Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam. Ciri-ciri bioma tundra yaitu :

  1. Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
  2. Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
  3. Fauna khas bioma tundra adalah “Muskoxem” (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).

Gambar 2. Bioma tundra artik.

Gambar 3. Bioma tundra alpen.

 

 

 

 

 

 

  1. b.       BIOMA TAIGA

Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik atau terletak di selatan tundra, yaitu di antara daerah beriklim sedang dengan kutub seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska dan Kanada. Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau hutan boreal. Ciri-ciri bioma taiga yaitu :

  1. Perbedaan suhu di musim dingin dan panas sangat mencolok, di musim dingin dapat mencapai di bawah 00F dan di musim panas dapat mencapai 900F atau lebih.
  2. Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
  3. Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.
  4. Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya mampu berhibernasi pada saat musim dingin.

Gambar 4. Tumbuhan spuce yang mendominasi hutan boreal.

Gambar 5. Hutan konifer dalam bioma Taiga.

 

 

 

 

 

  1. c.       BIOMA PADANG PASIR ATAU GURUN

Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

Ciri-ciri bioma padang pasir yaitu :

  1. Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun.
  2. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi.
  3. Kelembaban udara sangat rendah.
  4. Perbedaan suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C).
  5. Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air.

Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi duri. Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil seperti tikus,ular, kadal, kalajengking, dan semut. umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.

Gambar 6. Bioma Gurun panas.

 

  1. d.       BIOMA PADANG RUMPUT

Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Pada bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk menumbuhkan hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah prairi rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi adalah padang rumput yang luas tanpa pohon. Ciri cirri bioama padang rumput yaitu :

  1. Curah hujan antara 25 – 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
  2. Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
  3. 3.         Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

Tumbuhan yang hidup di bioma ini adalah tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina. Sedangkan hewan yang hidup di bioma ini yaitu bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Serta hewan hewan Karnivora seperti singa, srigala, anjing liar dan cheetah.

Gambar 7. Padang Rumput.

 

 

 

  1. e.       BIOMA SAVANNA

Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah, jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Sabana murni, yaitu bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
  2. Sabana campuran, yaitu bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon.

Gambar 8. Padang Savana

 

 

  1. f.        BIOMA HUTAN HUJAN TROPIS (HUTAN BASAH)

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika. Terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh sangat rapat. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Ciri cirri bioma ini adalah :

  1. Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 – 225 cm/tahun.
  2. Matahari bersinar sepanjang tahun.
  3. Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
  4. Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.

Tumbuhan yang hidup pada bioma ini terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 – 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi. Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang Burung. Sedangkan hewan yang hidup pada bioma ini diantaranya monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam burung. Serta hewan hewan yang aktif pada malam hari (nokfurnal) seperti burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.

Gambar 9. Hutan hujan tropis dengan tumbuhan Liana dan epifit yang tumbuh pada suatu pohon.

Gambar 10. Hutan hujan tropis dengan berbagai macam jenis tumbuhan.

 

  1. g.       BIOMA HUTAN DECIDOUS (HUTAN GUGUR)

Bioma ini terdapat di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin). Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili. Tumbuhan yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.

Ciri ciri bioma ini adalah :

  1. Tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas.
  2. Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 – 100 cm/tahun.
  3. Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi.
  4. Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.

Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang.

Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, suhu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.

Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi.

 

  1. h.       HUTAN MUSIM

Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan. Di daerah tropis, selain hutan tropis terdapat pula hutan musim. Ciri tumbuhan yang membentuk formasi hutan musim :

  1. Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering), daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan, daunnya lebat.
  2. Hutan musim biasa diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang dominan, misalnya: hutan jati, hutan angsana. Di Indonesia, hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fauna yang banyak ditemukan adalah rusa, babi hutan dan harimau.

Gambar 15. Hutan Musim (Jati) yang sedang menggugurkan daunnya saat musim kemarau.

 

  1. i.        HUTAN LUMUT

Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi mereka pun menutupi batang-batang pohon berkayu. Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir selalu hujan karena kelembaban yang tinggi dan suhu rendah menyebabkan timbulnya embun terus-menerus.

Gambar 16. Hutan Lumut

 

 

 

 

1.1.6. SUKSESI

 

Suksesi tumbuhan adalah penggantian suatu komunitas tumbuh-tumbuhan oleh yang lain.  Atau suksesi adalah perubahan komunitas tumbuh tumbuhan yang secara  teratur mulai dari tingkat pioneer sampai pada tingkat klimak.Hal ini dapat terjadi pada tahap integrasi lambat ketika tempat tumbuh awalnya ekstrim sehingga sedikit tumbuhan dapat tumbuh diatasnya, atau suksesi tersebut dapat terjadi sangat cepat ketika suatu komunitas dirusak oleh suatu faktor seperti api, banjir, atau epidemi serangga dan diganti oleh yang lain (Daniel, et al, 1992). Mueller (1974) menyatakan, suksesi ada dua tipe, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Perbedaaan dua tipe suksesi ini terletak pada kondisi habitat awal proses suksesi terjadi. Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal, terbentuk habitat baru. Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas atau ekosistem alami terganggu baik secara alami atau buatan dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies berlangsung dengan cepat pada fase awal suksesi, kemudian menurun pada perkembangan berikutnya. Kondisi yang membatasi laju pertumbuhan populasi dan komposisi spesies pada tahap berikutnya adalah faktor lingkungan yang kurang cocok untuk mendukung kelangsungan hidup permudaan jenis-jenis tertentu.

Faktor penyebab suksesi :

  1. Faktor iklim :
  2. Fluktuasi iklim yang tidak konstan
  3. Kekeringan
  4. Radiasi yang kuat
  5. Faktor edafis :
  6. Erosi tanah
  7. Deposisi tanah (pnambahan tanah)
  8. Faktor biotic :
  9. Pengembalaan
  10. Penebangan
  11. Deforestasi (pngurangan pnutupan hutan)
  12. Hama dan penyakit

Tahapan suksesi yaitu :

  1. Terbentuknya tanah kosong (nudation)
  2. Migrasi (bji yang migrasi)
  3. Eecesis (perkecambahan, pertumbuhan,  Perkembangbiakan tumbuhan baru)
  4. Agregasi (biji tumbuhan, berkembang, beranak)
  5. Evaluation (biji menjajah daerah/menguasai)
  6. Reaksi
  7. Stabilisasi
  8. Klimaks

 

Macam-macam Suksesi:

i.        Suksesi primer

Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.

Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terns mengadakan pelapukan lahan.Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu.

ii.       Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.

Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

Gambar 17. Suksesi Hutan

 

1.2  SEJARAH ZAMAN ES

        Zaman Glasial adalah waktu suhu menurun dalam jangka masa yang lama dalam iklim bumi, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung. Sisa lautan yang ada tidak tertutupi es namun memiliki suhu tertinggi rata-rata sekitar 4o C. Secara geologis, zaman es sering digunakan untuk merujuk kepada waktu lapisan es di belahan bumi utara dan selatan; dengan denifisi ini kita masih dalam zaman es. Menurut para ahli zaman ini telah terjadi berulang kali dengan diselingi masa-masa yang lebih hangat yang disebut masa interglasial. Pada zaman es air laut membeku sehingga permukaan air laut turun sampai 100 meter dan garis pantai pun menjorok ke laut kemungkinan ada beberapa pulau menyatu saat zaman es tersebut.

Zaman glasial dimulai dengan adanya Zaman Pleistosen yang berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu. Zaman pleistosen ditandai dengan adanya siklus glasialisasi, yaitu mendinginnya iklim bumi dan meluasnya lapisan es tebal di kedua kutub. (Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa zaman es juga terjadi pada masa-masa jauh sebelum Zaman Pleistocenini). Terdapat bukti-bukti terjadinya sekurang-kurangnya 8 kali zaman es besar (empat di antaranya yang ekstrim, termasuk zaman es yang terakhir), diselingi zaman “antar-es” (interglacial) yang iklimnya relatif panas.

Pada setiap zaman es, terjadi siklus yaitu air lautan mendingin lalu penguapan air menjadi berkurang. Hal itu lalu mengakibatkan jumlah awan berkurang dan curah hujan menurun sehingga tumbuhan berkurang dan gurun bertambah luas. Lapisan es di kutub bertambah tebal dan meluas ke daerah iklim sedang, sampai sepertiga permukaan bumi tertutup es. Karena banyak air berubah menjadi es, maka permakaan air laut surut, di beberapa tempat sampai lebih 100 meter.

Hal yang sebaiknya terjaadi pada zaman Interglacial: iklim menjadi panas -> es kutub dan es gunung mencair -> hujan bertambah -> tumbuhan bertnabah. Juga permukaan laut naik sampai lebih dari 100 meter; laut “menyerbu” jauh ke daratan. Kecepatan naiknya permukaan laut ini rata-rata 5 cm/ tahun.

Sementara itu di wilayah-wilayah bekas es, karena beban es itu tidak ada lagi, permukaan tanah naik ke atas berkat elastisitas kulit bumi. Kenaikan tanah ini ada yang lebih cepat dari naiknya permukaan laut, sehingga sedimen-sedimen laut ditemukan jauh di atas laut. Ini adalah proses “vaulting” yaitu pergeseran tektonik lempeng-lempeng kulit bumi, yang bisa mengangkat dasar laut mencuat jauh ke atas.

PUNAHNYA MEGAFAUNA PADA AKHIR ZAMAN ES BESAR

Akhir zaman es besar ditandai dengan punahnya banyak genus hewan menyusui besar(termasuk mammoth, mastodon, berang-berang raksasa dsb). Ini terjadi berangsur-angsur selama 2000 tahun[kalau menurut skala waktu geologis, ini termasuk cepat], dengan pusatnya pada 11 ribu tahun lalu ( 9000 SM). Hewan menyusui kecil, reptilia, dan amfibia tidak ikut punah.

Dua teori dikemukakan oleh para pakar mengenai sebab-musabab kepunahan hewan besar itu: (1) teori perburuan berlebiah oleh manusia dan (2) teori perubahan iklim yang ekstrim. Masing-masing teori didukung oleh sejumlah data palaentologis, arkeologis, maupun geologis. Mungkin juga terjadi kedua faktor itu terjadi bersama-sama dengan proporsi yagn berbeda-beda di berbagai wilayah. Tentang teori perubahan iklim yang drastis, pertanyaannya adalah faktor-faktor apa yang menjadi penyebabnya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM

Di Ensikopedia Britannica disebutkan, selama lebih dari saut abad para ilmuwan memperdebatkan terjadinya siklus iklim pada Zaman Pleistosen dan sebab-musababnya. Kata EB, ”many theories have been proposed to account for the [pleistocene] glaciation (pembentukan es), but most are deficient in view of _current_scientific knowledge about Pleistocene climates. One early theory of astronomical cycles, seems, to explain much of the climatic cycles.” Kemudian EB merasa perlu untuk bercerita panjang lebar mengenai teori astronomis itu.

Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi) diketahui mempunyai beberapa parameter yang berubah secara siklis:

(1) Eksentritas orbit bumi, di mana sumbu eksentriknya bergeser dengan siklus 100 ribu tahun jadi tiap 100 ribu tahun sekali ada masa ketika musim dingin yang ekstra dingin di utara bertepatan dengan titik paling jauh bumi dari matahari à hasilnya adalah musim dingin yang ekstra dingin

(2) Kemiringan sumbu bumi dari bidang orbit bumi yang juga mempunyai siklus 41 ribu tahun;

(3) Pergeseran sumbu bumi (presesi) yang mempunyai siklus 19 ribu dan 23 ribu tahun.

Dari ketiga parameter ini, para pakar dapat menghitun grafik radiasi panas yang diterima bumi untuk setiap garis lintang, dan setiap musim, selama 600 ribu tahun terakhir. Kemudian, pada tahun 1976 disajikan laporan hasil penelitian yang membuktikan siklus astronomis itu dengan kehisupan di bumi. Yakni dengan melakukan : 1) ‘Dating’ pada tingkat-tingkat dasar laut di Barbados dan Papua; dan yang lebih penting 2) Penetapan kronologi pembentukan es (Glasiasi) sebagaimana disimpulkan dari pengukuran isotop O2 kelautan. Analisis spectral dari isotop O2 yang diambil dari sampel-sampel laut dalam memperlihatkan adanya variasi iklim yang siklusnya mirip dengan siklus astronomis di atas : 100.000 tahun, 43.000 tahun, 24.000 dan 19.000 tahun.

Penyebab terjadinya zaman es salah satunya adalah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering menimpa planet bumi. Letusan gunung Krakatau adalah salah satu contohnya dalam skala kecil sedangkan salah satu teori kepunahan dinosaurus (tumbukan Chicxulub) adalah salah satu contoh skala besar.

Zaman Es Terakhir

Dari segi pandang sudut di atas, zaman es terakhir dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu dan berakhir kira-kira 10.000 tahun lalu atau pada awal kala Holocene (akhir Pleistocene). Proses pelelehan es di zaman ini berlangsung relatif lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Zaman Es di Nusantara

Ketika zaman es, pemukaan air laut jauh lebih rendah daripada sekarang, karena banyak air yang membeku di daerah kutub. Kala itu Laut China Selatan kering, sehingga kepulauan Nusantara barat tergabung dengan daratan Asia Tenggara. Sementara itu pulau Papua juga tergabung dengan benua Australia. Setelah peristiwa pelelehan es tersebut, gelombang migrasi manusia ke Nusantara mulai terjadi.

1.3   KARAKTERISTIK EKOSISTEM TUNDRA

  • Bioma tundra merupakan bioma yang terdapat di daerah lingkar kutub utara tepatnya di kawasan selatan es di Kutub Utara dan Alaska di Amerika Utara, Eropa, dan Siberia dan Puncak gunung tinggi daerah tropis
  • Ada dua jenis tundra,
  1. Arktik Tundra
  2. Alpine Tundra.
  • Tundra Arktik terletak antara kutub utara dan hutan jenis konifera atau wilayah Taiga. Hal ini ditandai dengan suhu yang sangat dingin dan tanah yang tetap beku sepanjang tahun.
  • Alpine tundra terjadi di daerah-daerah dingin di ketinggian puncak gunung yang sangat tinggi.
  • Alpine tundra dapat ditemukan di ketinggian tinggi di mana pun di dunia, bahkan di daerah tropis. Walaupun tanahnya tidak membeku sepanjang tahun seperti di daerah tundra kutub
  • Tundra adalah terdingin dari semua bioma , temperatur sangat rendah, curah hujan kecil, gizi buruk, dan musim tumbuh yang pendek
  • Musim tanam berkisar 50 sampai 60 hari, suhu rata-rata musim dingin -34 ° C , namun musim panas suhu rata-rata 3 s/d-12 ° C yang memungkinkan vegetasi di bioma ini bisa mempertahankan hidup
  • Suhu yang dingin selama enam sampai 10 bulan dalam setahun.
  • Suhu begitu dingin yang ada lapisan tanah yang membeku secara permanen di bawah permukaan, yang disebut permafrost.
  • permafrost Ini merupakan karakteristik dari bioma tundra. Di musim panas tundra, pada lapisan atas tanah hingga beberapa centi meter ke bawah tanahnya bisa memberikan pertumbuhan untuk akar tanaman.
  • Curah hujan mungkin berbeda di berbagai daerah di Kutub Utara itu. curah hujan tahunan, termasuk salju mencair, adalah 15 sampai 25 cm (6-10 inci). Tanah terbentuk perlahan-lahan.
  • Sebuah lapisan permafrost (lapisan permanen beku/lapisan tanah es) sebagian besar terdiri dari kerikil dan material yang lebih halus.
  • Ketika air jenuh permukaan atas, rawa dan kolam bisa membentuk, memberikan kelembaban bagi tanaman.
  • Vegetasi tundra Arktik yang mampu melawan iklim dingin. Ada sekitar 1.700 jenis tanaman dari Arktik dan subarctic, dan ini termasuk: Semak-semak rendah, sedges, lumut rusa, liverworts, dan rumput,400 varietas bunga ,Crustose dan foliose lumut
  • Tanaman dapat melakukan Fotosintesis pada temperatur yang rendah dan Intensitas cahaya yang rendah, Pohon-pohon yang berhasil tumbuh menempati daerah yang terisolasi oleh salju selama musim dingin dan tanah tempat tumbuhnya tidak begitu tertutup oleh es.
  • Musim tumbuh yang pendek dan tanaman berkembang biak dengan tunas dan sebagian muncul bunga dan segera membentuk biji untuk segera Dormancy
  • Pada bioma ini yang paling sesuai tumbuh adalah Lumut kerak (Lichenes) berupa hamparan Lichenes
  • Di wilayah kutub selatan juga terdapat Tundra di pulau-pulau kecil disekitar Antartika
  • Bioma tundra berdasarkan pembagian iklim terdapat di daerah beriklim es abadi (EF) dan iklim Tundra (ET)

Karibou merumput di Lereng Utara Alaska sebelum iklim dingin

Ciri ciri Bioma Tundra

  • Hampir semua wilayahnya tertutup oleh salju/mudahnya gurun es.
  • Permafrost (tanah bagian bawah yang membeku secara permanen).
  • Memiliki musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang.
  • Musim dingin yang panjang karena gerak semu matahari hanya sampai di posisi 23,5° LU/LS.
  • Suhu yang sangat dingin.
  • Kecepatan angin yang tinggi dan suhu yang dingin menciptakan komunitas tumbuhan yang sama, yang disebut tundra alpine.
  • Sangat sedikit curah hujan tahunan, Air tidak dapat menembus permafrost di bawahnya
  • Air hujan akan menumpuk di dalam kolam di atas bunga tanah yang dangkal selama musim
    panas yang pendek.
  • Tundra menutupi semua zona di daerah Arktik.
  • Daerah artik di bumi mencapai 20 % permukaan tanah Bumi.
  • Keanekaragaman biotik Rendah, sederhana struktur vegetasi, pendek musim pertumbuhan dan reproduksinya
  • Energi dan nutrisi dalam bentuk bahan organik mati.
  • Nitrogen diciptakan oleh fiksasi biologis, dan fosfor yang dibuat oleh curah hujan.
  • Jenis-jenis vegetasi yang dapat hidup di bioma tundra misalnya lumut kerak, lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya berumur 4 bulan
  • Pada daerah yang berawa jenis vegetasi yang ada misalnya rumput teki, rumput kapas dan gundukan gambut (hillock tundra).
  • Di cekungan yang basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.
  • Di tempat yang agak kering ditumbuhi lumut,teki-tekian,ericeceae, dan beberapa
    tumbuhan yang berdaun agak lebar.
  • Di lereng-lereng batu terdapat kerak, lumut, dan alga.
  • Karena memiliki iklim es abadi dan iklim tundra, maka wilayah bioma tundra selalu bersuhu dingin sehingga fauna yang terdapat di wilayah ini memiliki bulu dan lapisan lemak yang tebal untuk tetap membuat tubuhnya hangat.

Contoh fauna di bioma tundra

  • Mamalia karnivora: rubah arktik, serigala, dan beruang kutub
  • Herbivora mamalia: lemming, Vole, karibou, kelinci dan tupai Arktik
  • Hewan pengerat, kelinci salju
  • Migrasi burung: gagak, buntings salju, burung elang, burung-burung, Trinil, sendi, burung salju, dan berbagai jenis burung camar
  • Serangga: nyamuk, lalat, ngengat, belalang, blackflies dan arktik menggagap lebah
  • Ikan: cod, flatfish, salmon, dan ikan trout
  • Binatang disesuaikan untuk menangani panjang musim dingin dan untuk berkembang biak dan membesarkan anak dengan cepat di musim panas.
  • Binatang seperti mamalia dan burung juga memiliki insulasi tambahan dari lemak.
  • Banyak hewan hibernate selama musim dingin karena makanan tidak melimpah.
  • Alternatif lain adalah dengan bermigrasi ke selatan di musim dingin, seperti burung lakukan.
  • Reptil dan amfibi hanya sedikit atau tidak ada karena suhu yang sangat dingin. Karena konstan imigrasi dan emigrasi, penduduk terus berosilasi.

Burung Hantu – Burung Elang dan Beruang Kutub

  • Jenis-jenis burung yang hidup di bioma tundra misalnya : itik, angsa, burung elang dan burung hantu. Mamalia darat berkaki empat yang berbulu tebal dan besar misalnya Muskox.

Muskox – mamalia darat berbulu lebat di bioma Tundra

  • Selain beberapa jenis di atas, di utara bioma tundra juga mempunyai fauna khas yang lain misalnya penguin , walrus .
  • Fauna khas yang hidup di air misalnya paus Beluga (paus putih) dan paus Narwhal (paus bertanduk).
  • Karakter yang bisa digunakan sebagai penanda tundra pada burung yang ada di tundra , punya deskripsi pada kulitnya berwarna putih dan hitam.
  • Warna putih untuk menahan panas dari tubuh ketika musim dingin dan hitam untuk meneruskan panas ketika musim panas
  • Secara altituda bentang alam vertikal (ketinggian) sebenarnya kita bisa juga dapatkan
  • Tundra meskipun di daerah tropis , caranya mudah kita cari tempat / pegunungan yang sangat tinggi pada semua garis lintang.
  • Pada area ini, mayoritas tumbuhan yang hidup biasanya berupa lumut, rerumputan, dan pohon dari bangsa conifer, kemudian diakhiri dengan hamparan lichenes yang tertutup padang es yang disebut tundra ( datanglah ke Pegunungan Jaya Wijaya)

Narwhal – Penguin – Paus Beluga

 

1.4    POTENSI EKOSISTEM TUNDRA

 

  • Dampak Lingkungan
  •  Penangkapan Cahaya dan Suhu Tumbuhan
  • Pertukaran CO2 dalam Tumbuhan
  • Aspek Fungsional Adaptasi Struktural di Tundra
  • Hara Mineral

BAB II.      HUBUNGAN MANUSIA DENGAN EKOSISTEM TUNDRA

 

 

2.1   Dampak Negatif dari Hilangnya Ekosistem Tundra

 

Dalam sebuah cerita sampul dari Prosiding National Academy of Sciences (diterbitkan sebelum mencetak pada tanggal 20 Januari 2006) dan hari ini diumumkan (vol 103, tidak ada 5,. 1342-1346), Walker dkk. melaporkan bahwa perubahan terbaru dalam ekosistem tundra adalah tanggapan terhadap pemanasan global. Artikel ini adalah metaanalisis data eksperimen di 11 lokasi sebagai bagian dari Internasional Tundra Percobaan. data percobaan menegaskan bahwa pemanasan ekosistem tundra 1 – 3 derajat meningkat penutup scrub, menurunkan lumut dan menutup lumut, dan menurunkan keanekaragaman spesies dan kemerataan.

pengamatan perubahan terbaru dalam beberapa ekosistem tundra tampaknya tanggapan terhadap iklim pemanasan. Beberapa penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa tundra tanaman dan ekosistem dapat respon yang kuat terhadap perubahan lingkungan, termasuk pemanasan, namun kebanyakan studi terbatas pada satu lokasi dan durasi pendek dan berdasarkan berbagai desain eksperimen. Selain itu, perbandingan antara studi adalah sulit karena berbagai teknik telah digunakan untuk mencapai pemanasan eksperimental dan pengukuran yang berbeda telah digunakan untuk menilai respon. Kami menggunakan metaanalisis pada pengukuran komunitas tumbuhan dari percobaan pemanasan standar di 11 lokasi di seluruh tundra biome terlibat dalam International Tundra Percobaan. Perlakuan pemanasan pasif peningkatan suhu tingkat pabrik udara dengan 1-3 ° C, yang di kisaran diprediksi dan diamati pemanasan untuk daerah tundra. Tanggapan yang cepat dan terdeteksi dalam komunitas seluruh tanaman setelah hanya dua musim tumbuh. Secara keseluruhan, pemanasan meningkat tinggi dan penutup semak gugur dan graminoids, penurunan penutup lumut dan lumut, dan penurunan keanekaragaman spesies dan kemerataan. Hasil ini memprediksi pemanasan yang akan menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati di berbagai tundra, setidaknya dalam jangka pendek. Mereka juga memberikan bukti eksperimental yang ketat yang baru-baru diamati peningkatan cover semak di daerah tundra banyak dalam menanggapi pemanasan iklim. Perubahan ini memiliki implikasi penting bagi proses dan interaksi dalam ekosistem tundra dan antara tundra dan suasana.

2.1.1  MEMAHAMI PERKEMBANGAN LUBANG OZON

Lubang Ozon

Ozon adalah tabir surya alami bumi yang berfungsi melindungi kehidupan dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. Menurut hasil penelitian, lapisan ozon bumi telah rusak oleh chlorofluorocarbon /CFC (bahan kimia yang digunakan untuk pendingin) dan aerosol dari spray kaleng yang berdampak menghancurkan molekul ozon.

Pada akhir 1980-an, pemerintah di seluruh dunia mulai memberi perhatian pada kehancuran lapisan ozon dengan menegosiasikan dalam Protokol Montreal, suatu perjanjian internasional untuk mengatur penggunaan bahan kimia perusak ozon. Perjanjian yang Indonesia juga turut mengesahkan itu menjadi dasar pelaksanaan tugas bagi para ilmuwan untuk menilai dan melaporkan secara teratur terhadap lapisan ozon, khususnya laporan tahunan lubang ozon di Antartika.

Pada bulan Januari 2011, Sekretariat Ozon dari United Nations Environment Programme (Lembaga Lingkungan Hidup PBB) merilis laporan terakhir dan mencatat bahwa protokol telah mampu melindungi lapisan ozon stratosfer dari peningkatan yang signifikan dan memberi manfaat bersama dengan mengurangi perubahan iklim.

Lubang Ozon dari Waktu ke Waktu

Rangkaian gambar di atas menunjukkan lubang ozon Antartika pada saat deplesi maksimum dari empat tahun yang berbeda. Deplesi maksimum yaitu hari disaat lapisan ozon dalam keadaan saat tipis yang diukur dalam Dobson Unit (DU). Pengukuran dilakukan oleh NASA Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) dari tahun 1979-2003 dan oleh Royal Institut Meteorologi Belanda (KNMI) Ozone Monitoring Instrument (OMI) dari tahun 2004 – sekarang. Ungu dan daerah biru gelap adalah bagian dari lubang ozon.

Pada tanggal 17 September 1979 (kiri atas), tahun pertama di mana ozon diukur oleh satelit, tingkat ozon berada di 194 DU. Pada tanggal 7 Oktober 1989 (kanan atas), tahun bahwa Protokol Montreal mulai berlaku, ozon turun menjadi 108 DU. Pada tanggal 9 Oktober 2006 (bawah kiri), ozon diukur 82 DU. Tanggal 1 Oktober 2010, nilai itu kembali naik ke 118 DU.

Nilai terendah (lubang terdalam) pernah tercatat adalah 73 DU pada tanggal 30 September 1994, sedangkan lubang terluas terjadi pada tanggal 29 September 2000, ketika lubang ozon-s membentang 29.900.000 kilometer persegi. Rekor ukuran rata-rata dari lubang ozon yang terbesar selama satu bulan adalah 7 September – 13 Oktober 2006, ketika lubang mencapai 26,2 juta kilometer persegi. Lubang ozon rata-rata pada 2010 adalah 22,2 juta kilometer persegi.

Pada tahun 2010 laporan penasihat ilmu pada Protokol Montreal menemukan bahwa:

  • Ozon global dan ozon di Kutub Utara dan Antartika tidak lagi menurun, tetapi belum dapat dikatakan meningkat.
  • Lapisan ozon di luar Kawasan Kutub diproyeksikan kembali pulih ke tingkat sebelum tahun 1980 hingga 1950. Pemulihan mungkin dipercepat oleh gas rumah kaca yang menyebabkan pendinginan pada lapisan stratosfer atas. (perlu diketahui ketika lapisan troposfer panas, maka lapisan stratosfer dingin)
  • Lubang ozon di atas Antartika diharapkan dapat pulih meskipun dalam jangka waktu yang lama.
  • Dampak lubang ozon Antartika terhadap iklim permukaan bumi menjadi tampak jelas terkait dalam suhu permukaan bumi dan perubahan pola angin.
  • Pada daerah bergaris lintang tengah, radiasi ultraviolet telah dapat dikatakan konstan selama dekade terakhir.

Kontroversi

Isu global warming dengan salah satu isu adalah lubang ozon memang telah menjadi isu yang hangat karena ada dua kepentingan yang bertentangan yaitu dari dunia akademis dan politik. Seperti dikutip dari buku berjudul “111 Konspirasi Menghebohkan Dunia” maka global warming termasuk isu yang disorot ke 36. Meskipun analisis yang dipakai oleh Jamie King, penulis buku itu banyak yang ngawur. Tapi paling tidak bisa dibuat referensi dari logika gathuk mathuk yang dia gunakan.

Menurut buku itu, isu global warming sengaja diciptakan yang disponsori PBB untuk memeratakan kekayaan dengan menghambat perkembangan industri di dunia barat, terutama Amerika. Isu itu untuk mendorong ekspansi pasar India, Brazil dan Cina. Ada juga isu illuminati yang melatar belakangi dibalik global warming itu yaitu kelompok iluminati menteror dengan cara mengacaukan kondisi ekonomi Amerika dan membuat Amerika menjadi rentan untuk disusupi. Sebuah rencana menciptakan Pemerintahan Dunia Tunggal berbasis fasis. Pihak lain berpendapat bahwa isu global warming sengaja digembor-gemborkan aktivis lingkungan dan ilmuwan untuk memperoleh pendanaan yang lebih banyak. Dasar penolakan isu global warming dari orang skeptis adalah global warming merupakan peristiwa naik turunnya suhu bumi secara alami dan pengaruh manusia terhadap kerusakan bumi terutama lapisan atmosfer belum menunjukkan pengaruh yang signifikan. (mungkinkah saya termasuk orang skeptis ini?)

Analisis

Amatilah perubahan lubang ozon dari waktu ke waktu di atas, kemudian jawab pertanyaan di bawah ini :

1. Mungkinkah penggunaan CFC dan aerosol baru digunakan sekitar tahun 1979?

2. Apakah selama tahun 1979 hingga tahun 1989 CFC dan aerosol digunakan besar-besaran sehingga lubang ozon berkembang sebegitu dahsyatnya?

3. Apakah benar penggunaan CFC dan aerosol tahun 1979-1989 jauh lebih besar dari penggunaan CFC dan aerosol tahun 1989-2010? (Dampaknya kok njeglek ya?)

4. Apakah benar penggunaan CFC dan aerosol berkurang drastis hanya karena ada Protokol Montreal? Ingat siapa yang menggunakan CFC dan aerosol, rumah tangga atau perusahaan?

5. Apakah benar bumi mengalami peningkatan jumlah ozon pada tahun 2006-2010 (lubang ozon semakin menipis)? Sementara kalau kita mau jujur pada tahun belakangan ini, penggunaan CFC dan aerosol tetep tinggi atau bahkan semakin tinggi (terbukti semakin banyaknya pengguna alat semprot aerosol dan lemari es di lingkungan rumah tangga).

6. Kenapa lubang ozon mengalami kembang kempis dan luas serta kedalaman wilayah lubang berubah-ubah?

Referensi : NASA

2.1.2  ES KUTUB UTARA MENCAIR ???

Aktivitas bumi (dinamika bumi) ini penyebabnya ada yang berasal dari dalam bumi (tenaga endogen) yaitu aktivitas tektonisme yaitu pergeseran lempeng, penunjaman yang menyebabkan fenomena patahan dan lipatan kemudian diikuti aktivitas vulkanisme, yang terwujud dalam fenomena gempa, gunung meletus dsb. Selain penyebab dari dalam bumi, ada pula penyebab dari luar bumi, karena adanya tenaga eksogen yaitu pelapukan, pelarutan dan tertransport yang berwujud erosi, longsor dan akhirnya tersedimentasi. Fenomena ini terjadi terus menerus layaknya siklus karena ada aktivitas positif (menaikkan muka bumi) dan negative (menurunkan muka bumi). Lalu layakkah dikatakan bahwa bumi yang bergejolak itu disebabkan karena tua?

Kita bisa menyimpulkan bumi itu muda, dewasa atau tua jika kita tahu rentang usia bumi. Kapan bumi ada sampai memprediksikan bumi itu hancur, nah dengan ini baru kita bisa mengatakan bumi ini tergolong muda atau tua..Bukan kah begitu ???

Pada intinya bumi ini memang mengalami dinamika termasuk fenomena mencairnya es kutub utara yang tentunya akibat adanya tenaga eksogen yang disinyalir sebagai akibat fenomena global warming. Dan akhirnya dikaitkan dengan tenggelamnya daratan di muka bumi dan bahkan dikait-kaitkan dengan fenomena akhir jaman. Belakangan ini, isu inilah yang dijadikan komoditas dalam bidang perfilman antara lain film global warming dan 2012 yang akhirnya menjadi booming.

Benarkah dampak pencairan es kutub utara sedahsyat itu ?

Titik Tinggi dan Garis Batas Kutub Utara

Kontur di Kutub Utara

Peta Kutub Utara di Arc View

Jenis-jenis Proyeksi

Perhitungan Volume Kutub Utara

Planimetric Area = 1044,081 km2

Surface Area = 294164,996 km2

Volume = 1014785,376 km3

Langkah selanjutnya adalah menghitung kasar kenaikan muka air laut jika seluruh es dikutub utara mencair yaitu :

Membagi volume seluruh es kutub dengan permukaan seluruh lautan muka bumi (maksudnya es yang mencair dianggap dibagi rata lautan seluruh dunia. Bukankah ada sistem bejana berhubungan di negeri perairan dunia ? )

Pertama kita cari dulu luas lautan seluruh dunia yaitu 446.153.846 Km2

Setelah itu kita bagi volume es kutub dengan luas lautan sehingga kita dapatkan nilai ketinggiannya (h). Nilai ketinggian inilah yang dimaksud kenaikan muka air laut dunia. Perhitungan kenaikan muka perairan dunia adalah sebagai berikut :

Kenaikan muka air laut =

1.014.785,376 km3 = 0,00227451899 Km = 2,27 M

446.153.846 Km2

Nah dari hasil kenaikan muka air laut itu kita bisa memprediksikan daerah mana saja yang ikut tenggelam (yang tentunya daerah pesisir), tinggal kita ukur saja panjang jangkauan kenaikan dari masing-masing pesisir. Kita bisa contohkan Kota Semarang.

Kontur yang menjadi batas muka air pasca penaikan perairan adalah 2,27 Meter. Kita bulatkan saja menjadi 3 Meter dpal.

Tenggelamnya Kota Semarang Pasca Pencairan Es Kutub Utara

Maka daerah yang memiliki nilai ketinggian di atas kontur itu kita anggap aman / tidak berada di bawah muka air laut. Sekarang mari kita lihat dari persepsi bencana. Selama manusia itu bisa menghindari daerah yang ditingkatkan muka air lautnya ini, maka hal ini bukanlah sebuah masalah (bencana). Tenang aja, masih banyak lokasi lain yang lokasinya lebih tinggi yang bisa dijadikan tempat berlindung.

Jadi fenomena yang diprediksikan paling besar pengaruhnya itupun tidak dapat memusnahkan bumi seketika seperti layaknya kiamat. Lalu layakkah fenomena ini disetarakan dengan fenomena kiamat yang dijanjikan Tuhan dalam kitab-Nya?

 

 

 

 

 

 

 

2.1.3  KEMBANGKEMPISKUTUB

 

Global Warming.

Sebelumnya mari kita pelajari uraian gosip dari para ahli di bawah ini:
1. Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: Hampir semua es di Kutub Utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012. Artinya dunia bakal kiamat.(Kabar Indonesia 20 Okt 2008)
2. Menurut Laporan Pusat Data Iklim Nasional NOAA, sepanjang tahun 2006-2008, wilayah Arktik di Kutub Utara kehilangan lapisan es seluas dua kali wilayah Prancis atau sepuluh kali luas Pulau Jawa.

Menurut ilmuwan dari Cambridge University, umur bumi saat ini telah mencapai 4.467 Milyar tahun, sedangkan umur kehidupan baru mencapai 1,6 Milyar tahun yang lalu (ditemukan bukti kuat makhluk bersel satu) dan manusia pertama diperkirakan 250 Juta tahun yang lalu. Lalu apakah ending ketiganya bersamaan sedangkan permulaannya saja sendiri-sendiri? Apakah kiamatnya manusia sama dengan kiamatnya makhluk bersel satu dan sama dengan kiamatnya bumi? Sedangkan menurut ilmu geologi umur bumi masih milyaran tahun lagi.

Pada dasarnya kutub itu akan mengalami yang namanya kondisi kembang (maksimal) pada saat akhir musim dingin (Bulan Maret di kutub utara dan Bulan September di kutub selatan). Sebaliknya kutub akan mengalami kondisi kempis (minimum) pada saat akhir musim panas (Bulan September di kutub utara dan Bulan Maret di kutub selatan).

Gerak Semu Tahunan Matahari

Pada bulan September hingga Maret matahari di belahan bumi selatan sehingga es kutub utara dalam kondisi maksimum (penyinaran matahari di belahan bumi utara minim) dengan puncak Bulan Maret dan pada bulan Maret hingga September matahari di belahan bumi utara sehingga es kutub utara dalam kondisi minimum (penyinaran matahari di belahan bumi utara tinggi) dengan puncak Bulan September.

Pada pembahasan kali ini tetap di fokuskan kutub utara daripada kutub selatan. Gambar putih merupakan simbol air yang membeku (es) baik itu dipermukaan rata-rata air laut maupun di bawah permukaan air laut.

Amatilah perubahan kondisi es di kutub utara pada saat kondisi maksimum (Bulan Maret) dan kondisi minimum (Bulan September) di bawah ini :

Perubahan Kutub Utara 1979 – 2010

Kesimpulan : adakah perubahan signifikan es di kutub utara dalam kurun waktu 1979 hingga 2010 baik pada saat kondisi maksimum dan kondisi minimum? Apakah kadar es memiliki pola selalu berkurang dari waktu ke waktu? Tentu jawabannya adalah “tidak”. Naik turun jumlah es seakan puzzle, tidak mengikuti pola semakin berkurang. Bisa jadi disebabkan faktor khusus bukan faktor permanen global.

Kemudian amatilah kondisi es pada tahun yang sama yaitu kita ambil tahun yang terakhir (2010) pada saat kondisi maksimum dan minimum.

Kondisi Maksimum dan Minimum Kutub Utara

Akankan perubahan tahun 2010 selalu mengalami penurunan jumlah es dan seterusnya hingga tahun 2012 ke depan? Jawabnya adalah “tidak”. Dalam arti es kutub memang mengalami naik turun (kembang kempis), pada saat tertentu mengembang dan pada saat tertentu mengempis.

Lalu apa hubungannya dengan pendapat Dr. H. J. Zwally dan NOAA?
Ya, tentu ada. NOAA mengemukakan bahwa es kutub utara selama 2 tahun mengalami pencairan sebesar 10 kali pulau Jawa. Hal ini sangat-sangat “benar” apalagi dihitung dengan alat-alat canggih kepunyaannya. Namun ada hal lain yang tidak diekspose dalam pemberitaan ini yaitu berita tentang pembentukan es kutub utara pada periode musim dingin yang mungkin sebesar 10 kali lipat Pulau Jawa juga.

Apa efek kembang kempis es kutub ini terhadap perubahan pasang surut? Ada pengaruhnya tetapi tidak extreme. mengapa? Karena pada saat kutub utara mengembang, pada saat yang sama kutub selatan mengempis, begitu juga sebaliknya.

2.2     Dampak Positif Ekosistem Tundra

 

  • Sebagai penghasil ikan salmon terbesar dunia. Dimana ikan salmon memiliki bermacam manfaat bagi manusia, misal: Omega 3 atau sering juga di sebut N-3 adalah satu jenis lemak yang ditemukan di beberapa jenis ikan dan tumbuhan. Omega 3 termasuk dalam kategori lemak baik yang berguna untuk kesehatan.

Omega 3 masuk dalam golongan asam lemak esensial yang perlu didapat dari luar / dari makanan. Salah satu sumber Omega 3 adalah ikan kaya lemak seperti ikan salmon.

Beberapa manfaat Omega 3:

ü  Untuk pertumbuhan

ü  Menormalkan tekanan darah

ü  Mengurangi resiko serangan jantung

ü  Mengurangi resiko stroke

ü  Mengoptimalkan perkembangan otak pada bayi

ü  Membantu penyembuhan penyakit artritis

ü  Membantu penyembuhan penyakit kulit

ü  Mengoptimalkan metabolisme tubuh dengan meningkatkan kadar oksigen dalam darah

ü  Meningkatkan energi dan stamina tubuh

ü  Membantu meningkatkan imunitas tubuh

ü  Mengurangi rasa nyeri pada tubuh

ü  Melegakan pernafasan

 

  • Tempat asli suku bangsa Eskimo di Kutub Utara

“Eskimo” adalah kata Indian Amerika yang diterjemahkan menjadi “pemakan daging mentah.” Ironisnya, para ilmuwan menempatkan India dalam kategori antropologi terpisah sedangkan Eskimo dianggap lebih dekat dengan penduduk asli Asia utara.

Orang-orang Eskimo awalnya berasal dari Asia melintasi sebuah jembatan tanah (yang sekarang tidak ada lagi) ke bagian utara Amerika (sekarang disebut Alaska). Mereka secara bertahap tersebar di seluruh wilayah Arktik benua. Akhirnya mereka datang untuk tinggal di empat Negara yaitu :

(1) Uni Soviet;
(2) Amerika Serikat (Alaska);
(3) Kanada dan
(4) Greenland.

Orang Eskimo umumnya hidup mengembara mengikuti  migrasi mereka. Umumnya, mereka akan memiliki rumah musim panas dan musim dingin. Tenda yang terbuat dari kulit (cap atau karibu) disediakan tempat penampungan makanan selama bulan-bulan musim di musim panas.

Ketika Musim dingin tiba mereka membangun rumah di atas salju dan terbuat dari blok salju dan dibangun  berbentuk kubah dibangun oleh beberapa kelompok sebagai tempat penampungan sementara saat bepergian atau berburu.

Iglo adalah tempat berlindung bangsa Eskimo dari cuaca buruk serta gangguan binatang buas. Bila dilihat, bentuk iglo memang tak seperti rumah pada umumnya. Rumah itu berbentuk seperti kubah besar dengan sebuah lorong sempit sebagai pintu masuknya. Meski bentuk rumah ini terlihat sederhana, strukturnya sangat kuat.

  • Menjadikan perubahan musim sebagai sarana memunculkan adaptasi hewan kutub menjadi sebuah keunikan.

Serigala Kutub

Mulai bulan September, serigala kutub mengganti bulu coklatnya, berubah warna menjadi putih untuk membantunya menghadapi musim dingin. Ketika musim panas datang, sekali lagi warnanya berubah menjadi coklat, membantunya bersembunyi lebih baik di habitatnya.

Serigala kutub hidup lebih jauh di sebelah utara daripada jenis serigala lainnya dan memburu tikus-tikus kutub untuk santapannya. (sumber: floridapfe,mala-zaba)

Kelinci Kutub

Seperti halnya serigala kutub, perubahan warna pada kelinci kutub adalah juga mutlak terjadi. Meski selama musim panas berwarna coklat dengan flek-flek hitamnya, ketika memasuki musim dingin warna bulunya berubah menjadi putih bersih.

Tidak hanya membantu menjaganya tetap hangat, tapi juga menjadikannya terkamuflase di tengah salju ketika mereka keluar dari sarang atau liangnya. (sumber: elferra, ajna6)

Ptarmigan (Belibis Kutub)

Ptarmigan (burung belibis) atau dikenal dengan ptarmigan gunung di Amerika Utara adalah burung populer yang berubah warna dari coklat menjadi putih dengan pengecualian warna ekornya yang tetap seperti aslinya coklat atau hitam.

Burung-burung ini lebih suka berada di ketinggian dan area yang tandus dan sering bertengger di batu-batu atau diam saja di salju (bersembunyi), daripada di pepohonan dimana mereka justru mudah terlihat di musim dingin.
(sumber: laurinhamuse, jonina_oskarsdottir)

Rusa Kutub (Karibu)

Umumnya, kulit sejenis rusa kutub ini berwarna antara coklat dan putih, tapi tidak pernah seluruhnya coklat atau putih. Di musim panas warnanya akan dominan coklat tapi lehernya tetap berwarna keputih-putihan, sedangkan di musim dingin warna putihnya menyebar dan menjadi jelas meski warna coklatnya tidak sepenuhnya lenyap. Tingkat perubahan warnanya juga tergantung dari kondisi habitat sekitarnya. (sumber: wikipedia)

Ermine (Cerpelai)

Ermine (cerpelai), juga dikenal dengan musang berekor pendek, adalah anggota paling kecil dari famili musang. Ermine adalah hewan malam hari (meski kadang-kadang mereka keluar juga di siang hari) saat ini banyak ditemukan di daerah kutub Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Lihat bagaimana hewan ini merubah warna punggungya dari coklat menjadi keputih-putihan di musim dingin.
(source: krattray, mcgregormountainlodge)

 

  • Kilang minyak yang menjadi perebutan besar bagi seluruh negara dibenua Amerika dan Eropa.

Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Norwegia dan Denmark telah bersaing mengklaim Kutub Utara, sebuah daerah seukuran Afrika, yang terdiri dari sekitar enam persen dari permukaan bumi.

Tahun 1982 Konvensi PBB tentang Hukum Laut seharusnya mengatur klaim sumber daya di wilayah tersebut. Pada titik ini, setiap orang mengikuti aturan dan mengatakan mereka ingin kerja sama; di belakang perkembangan adegan yang terjadi yang menunjukkan hal itu mungkin tidak begitu kooperatif,” kata Huebert.

Menurut hukum maritim, negara dapat menegaskan kedaulatan hingga 200 mil dari garis pantai mereka. Pasal 76 konvensi PBB memungkinkan negara untuk memperluas kontrol jika mereka dapat membuktikan rak kontinental mereka – formasi geologi bawah air – memperpanjang lebih dari 200 mil.

“Rusia baru-baru ini mengajukan klaim [tetapi] PBB tidak membelinya [atas dasar ilmiah],” kata Gilles Rhéaume, seorang analis kebijakan publik dengan Dewan Konferensi Kanada, yang baru-baru ini menulis sebuah laporan mengenai kedaulatan Arctic

Sebuah panel ahli geologi yang mengklaim di bawah konvensi PBB dan mereka diberi mandat untuk membuat keputusan hanya berdasarkan kajian ilmiah. Rusia, AS, Kanada sebagai kekuatan besar menegaskan klaim,  dan bertengkar atas geologi hak masing-masing di benua tersebut. Termasuk dan dukungan minyak untuk persediaan militer mereka.

Akibatnya, masyarakat adat di Kutub Utara menghadapi pertarungan neo kolonial sejak Eropa pertama tiba.”Klaim kenegaraan terjadi tanpa persetujuan kita,” kata Delice Calcote, aktivis adat dari Alaska.

Penjajahan Rusia pertama kali dilakukan pada abad 18, namun kemudian menjualnya ke AS pada tahun 1867 senilai $ 7.2 miliar  “Ini adalah tanah kami dan air kita Mereka. [AS] tidak memilikinya, itu adalah milik kita,” kata Calcote, menggemakan pandangan beberapa masyarakat adat dari Greenland, melalui Kanada, Norwegia, dan Siberia.

Perubahan iklim adalah fakta yang keprihatinan. Tragedi  tumpahan minyak di Teluk Meksiko kini mendatangkan petaka bagi Arktik.

Kerusakan akan semakin parah ketika balok ES tersebut di tembus oleh mata bor para pendulang minyak. “Ini ironi yang mengerikan ketika es mencair justru memungkinkan perusahaan dan bahkan pemerintah untuk membuka ladang minyak baru,” kata Ben Ayliffe, seorang aktivis iklim senior dengan Green Peace di Inggris.

  • Habitat bagi paus beluga dan paus narwhal

Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat”. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas & warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam. Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi & termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1   KESIMPULAN

Dari pembahasan BAB I dan BAB II, dapat disimpulkan bawha:

  • Ekosistem Tundra sudah ada sejak zaman Pleistosen sekitar 600.000 tahun yang lalu, namun, kutub Utara diduga baru berumur 10.000 tahun yang lalu.
  • Tundra adalah suatu area dimana pertumbuhan pohon terhambat dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar.

Pada area ini, mayoritas tumbuhan yang hidup biasanya berupa lumut, rerumputan, dan pohon dari bangsa conifer.
Tundra adalah daerah dingin (beku), dengan ciri-ciri:
Ciri-ciri bioma tundra :
1. Hampir semua wilayahnya tertutup oleh salju/es.
2. Memiliki musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang. Peristiwa ini terjadi karena gerak semu matahari hanya sampai di posisi 23,5° LU/LS.
3. Usia tumbuh tanaman sangat pendek, berkisar antara 30 – 120 hari (1 – 4 bulan)
Jenis-jenis vegetasi yang dapat hidup di bioma tundra misalnya lumut kerak, rumput teki, tumbuhan terna, dan semak-semak pendek.
-Pada daerah yang berawa jenis vegetasi yang ada misalnya rumput teki, rumput kapas dan gundukan gambut (hillock tundra).
-Di cekungan yang basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.
-Di tempat yang agak kering ditumbuhi lumut, teki-tekian, ericeceae, dan beberapa tumbuhan yang berdaun agak lebar.
-Di lereng-lereng batu terdapat kerak, lumut dan alga.

  • Potensi Tundra sangat dirasakan oleh tumbuhan dan hewan, yaitu:

Dampak Lingkungan

Penangkapan Cahaya dan Suhu Tumbuhan

Pertukaran CO2 dalam Tumbuhan

Aspek Fungsional Adaptasi Struktural di Tundra

Hara Mineral

  • Dalam fungsi ekosistem, ekosistem Tundra memberikan dampak yang positif dari keberadaanya. Kemunculannya sejak zaman es memberi keseimbangan dan keragaman hayati florta dan fauna di Bumi. Hilangnya keseimbangan ekosistem Tundra di Bumi membawa bencana besar, seperti yang kita bayangkan bahwea es setiap kutub mencair. Hilangnya/putusnya rantai ekosistem Tundra bisa disebabkan oleh hati manusia yang tidak pernah merasa puas untuk mencukupi kehidupannya. Kerusakan ozon, eksploitasi minyak, membuat banyak flora dan fauna yang habitat aslinya di Kutub ( bioma Tundra ) mengalami kepunahan.

 

3.2   SARAN

Dari pembahasan makalah diatas, kami menyimpulkan beberapa saran untuk mempertahankan ekosistem Tundra yang sudah tidak seimbang, yaitu:

  • Menjaga lingkungan sekitar dengan menggunakan bahan-bahan rumah tangga yang ramah lingkungan.
  • Stop penebangan hutan untuk mengurangi global warming.
  • Stop perburuan liar bagi hewan-hewan langka.
  • Stop eksploitasi minyak di Kutub Utara.

 

BAB IV. DAFTAR PUSTAKA

http://arifqbio.multiply.com/journal/item/22/Seri_Ekologi

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=75&fname=ekosistem.htm

http://www.profinfo.netfirms.com/bio/1.html

http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor Pendamping/Praweda/Biologi/0140%20Bio%203-5c.htm

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0027%20Bio%201-6b.htm

http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/06/daerah-biogeografipenyebaran-organisme-di-bumibiomaekosistem-air-tawar-dan-air-laut/

http://www.sith.itb.ac.id/profile/databuendah/gunung%20papandayan/Keindahan/slides/11-hutan.html

http://www.dephut.go.id

http://www.google.com

http://id.wikipedia.org

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s